Langsung ke konten utama

Postingan

Chapter 1 (Melepas Matahari)

“Kling.. kling.” Suara lonceng berbunyi diikuti ketepak sepatu heels terdengar masuk membuka pintu dari luar. Suara tawa segerombolan pemuda yang ada di dalam kedai saling beradu tangan tanda tos, seakan misi mereka berhasil. Kuhitung ada lima orang. Pandanganku lekas memutari seluruh isi kedai, bahkan sampai ke sudut-sudutnya. Beberapa pelanggan ikut tertawa. Tak jarang hanya menengok sebentar, menggeleng kepala kemudian sibuk melanjutkan makan, maupun mengobrol dengan temannya sebelum pesanan datang. Yah, barusan itu ada seorang laki-laki didandani menyerupai wanita. Dia mengenakan dress seksi berwana merah muda, heels berwana merah darah, wig berambut lurus panjang, dan make up yang tebal. Bukan cantik, bahkan lebih tepat seperti penampakan hantu di senja hari. Dia hanya masuk sebentar, kemudian keluar dari kedai menabrak pintu yang terbuat dari bahan kaca setelah mendapat sambutan tawa. Aku menggelengkan kepala sambil mengambil piring dan gelas bekas pelanggan sebelum...
Postingan terbaru

MELEPAS (cerpen)

            “Aku seneng banget kamu bisa mengagumiku. Aku menyerahkan semua pada Allah. Apa kamu juga?” Sebuah pesan yang terbaca dari ponselku. Ditulis oleh seseorang yang kukenal hampir satu tahun belakangan ini. Seseorang yang bahkan tidak pernah lagi aku bertemu dengannya. Dia yang populer, rasanya tak pantas jika seorang perempuan sepertiku berada bersamanya. *** Langkahku terayun menuju sebuah ballroom hotel. Mengenakan gaun cantik dan handbag kutenteng elegan di tangan. Tak berpikir darimana aku mendapatkannya, acara apa yang sedang kuhadiri. Langkah demi langkah terayun. Seseorang menggenggam tanganku. “Aku kembali kesini. Kali ini bukan untuk menghadiri acara yang diadakan oleh organisasi yang kamu ikuti. Ini hanya karena aku ingin bertemu denganmu.” Pemuda itu menggenggam lebih erat. Tak ada reaksi apapun dariku, selain diam. Aku jadi teringat beberapa bulan yang lalu saat dia datang ke kampusku sebagai pes...

TUHAN

Tuhan, bersama dengan kegundahan hatiku. Kuserahkan apapun yang Engkau titipkan padaku. Tuhan, bersama dengan ketidaktahuan ilmuku. Kusadari betapa aku tidak ingin sekadar menjadi seonggok daging yang hidup. Merangkak aku dalam haluan tanda-tanda lurusnya jalanMU. Terbata aku dalam firman-firman yang engkau turunkan untuk kehidupan kami. Masih saja buruk dalam ketentuanMU,   Masih saja dunia menggenggam pikiran. Mana yang halal berbaur dengan haram. Mana yang benar berbaur dengan kebohongan. dan mengapa tetap saja melakukan hal yang jelas tak diijinkan walau tahu ilmu? Tuhan, bersama teduhnya menjelang senja ini. Kuucap mesra dalam hatiku. Untuk tiap-tiap hal yang kelak kan menjadi bagian hidupku karena kehendakMU. Tuhan, bersama luruhnya segala pikiran semu. Kumohon ampunan dariMU yang maha segalanya. Untuk tiap tiap butir kekhilafan dan kesalahan. Pandangan manusia bermacam-macam seperti hati kita yang mudah berubah-u...

AKU INGIN MENJADI

Aku ingin menjadi seorang penulis.   Penulis yang mampu memasuki dan menginspirasi orang lain dalam hal kebaikan. Aku ingin menjadi seorang guru. Guru yang mampu mengajarkan betapa indahnya ilmu-ilmu yang Allah tebarkan dimuka bumi ini untuk kita pelajari dan yakini kebesaranNya. Aku ingin menjadi seorang istri yang baik. Istri yang setia dan patuh akan imamnya atas ketaatan. H ingga bagaikan aisyah bersama rosulullah. Aku ingin menjadi seorang ibu. Ibu dengan rahim yang mampu melahirkan anak-anak yang cerdas dan tangguh dalam memperjuangkan dan membela keimanannya. Aku ingin menjadi seorang anak yang berbakti.  Anak yang sampai kapanpun berdoa atas kebaikan orangtua dan bersyukur atas kehadirannya yang senantiasa menyayangi dan melindungi hingga dewasa. Aku ingin menjadi saudara dan sahabat yang baik. Saudara dan sahabat yang tidak pernah menyakiti , saling berbagi dan selalu menguatkan dalam jalan yang teridhoi olehNya. Dan aku, Aku ing...

PANDA DAN EMBUN

Embun menjemputku dari panda yang setia menemaniku sedari malam. Ia mengajakku untuk merambah dunia terang bersama matahari. Ah sungguh, ini bagaikan rangkaian cerita yang ada dinovel itu. Sungguh dibuat pandai menggunakan kiasan dan menteka-tekikan kata. Padahal akupun tahu maknanya sangat sederhana. Bahwa embun adalah ketika fajar mulai terbit, dan panda adalah lingkaran dimatamu yang tidak bisa kau pejamkan diwaktu malam. Hidup bagaikan tak hidup, kalau hanya orang lain saja yang kau pikir. Sediakan waktu untukmu berdua dengan Tuhan. Munajatkan bagaimana kau mohon ampun atas kekakuan hati tersangkut pada manusia, Berdoalah saat panda dan embunmu itu, dengan wudhu yang menyejukkan dan tilawah yang menentramkan. Ah benar, masih saja kau menyimpan perasaan. Lepaskan saja jangan dikandang. Biarkanlah terbang, hingga yang benar-benar setia datang sendiri dibibir sarang. Tulisan dari sang penulis memang kadang kejam. Dia menulis kegalauan yang ...

PEMIMPIN

Didalam sebuah perkumpulan dimana adanya sejumlah orang yang berkoordinasi untuk mencapai tujuan yang sama melalui pembagian pekerjaan dan fungsi-fungsi hirarki otoritas dan tanggungjawab yang dapat kita sebut dengan organisasi tidak akan lepas dari sosok seorang pemimpin. Lalu seperti apa sosok pemimpin yang ideal itu? Ada beberapa kalimat-kalimat yang dapat membuka wacana kita tentang bagaimana seharusnya pemimpin itu. Mari simak , "Pemimpin tidak cukup dilahirkan (menganut garis kepemimpinan), tapi seorang pemimpin muncul karena sudah terlatih." Jadi pemimpin yang ideal itu bukan karena garis keturunannya yang merupakan raja, ataupun pemimpin yang terdahulu. Namun bisa jadi merupakan seseorang yang sudah terkader sudah menguasai dan dapat menjadi sosok pemimpin yang baik dan matang. "Pemimpin yang baik bukan hanya melanjutkan kepemimpinan dari pemimpin yang terdahulu, tapi dapat memanfaatkan dan menciptakan sesuatu dari peluang-peluang yang ada." Baru-bar...

INILAH AKU , ENTAH KAMU ....

Tulisan ini kutulis bisa dibilang asal menulis , karena jari jemari ini merindukan mengetik sesuatu dan muncullah rangkaian tulisan ini. Inilah aku, Entah kamu .. Ketika kebanyakan orang memilih pasangan dilihat pertama dari mata (fisik) Maka aku melihat daru keimanan dan kepandaian  Beginilah, ketika bukan pandangan mata yang menjadikanku memilih kamu untuk perlahan masuk dalam keseharianku. Namun keimanan dan ilmu yang membuatku semakin terus mengukur diri menjadi hamba yang taat pada Tuhannya. Aku membaca ini: Rosulullah bersabda : " Seorang wanita itu dinikahi karena 4 hal: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, maka hendaklah kamu menikah dengan wanita yang kuat agamanya agar kamu memperoleh kebahagiaan." Bagiku hadist diatas bukan hanya untuk ukuran bagi seorang laki-laki memilih perempuan sebagai pendamping hidup. Tapi untukku juga dalam menentukan pemimpin hidup. INILAH AKU , pandangan pertamaku tentang kamu. ENTAH KAMU, sepert...