Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2014

PANDA DAN EMBUN

Embun menjemputku dari panda yang setia menemaniku sedari malam. Ia mengajakku untuk merambah dunia terang bersama matahari. Ah sungguh, ini bagaikan rangkaian cerita yang ada dinovel itu. Sungguh dibuat pandai menggunakan kiasan dan menteka-tekikan kata. Padahal akupun tahu maknanya sangat sederhana. Bahwa embun adalah ketika fajar mulai terbit, dan panda adalah lingkaran dimatamu yang tidak bisa kau pejamkan diwaktu malam. Hidup bagaikan tak hidup, kalau hanya orang lain saja yang kau pikir. Sediakan waktu untukmu berdua dengan Tuhan. Munajatkan bagaimana kau mohon ampun atas kekakuan hati tersangkut pada manusia, Berdoalah saat panda dan embunmu itu, dengan wudhu yang menyejukkan dan tilawah yang menentramkan. Ah benar, masih saja kau menyimpan perasaan. Lepaskan saja jangan dikandang. Biarkanlah terbang, hingga yang benar-benar setia datang sendiri dibibir sarang. Tulisan dari sang penulis memang kadang kejam. Dia menulis kegalauan yang ...

PEMIMPIN

Didalam sebuah perkumpulan dimana adanya sejumlah orang yang berkoordinasi untuk mencapai tujuan yang sama melalui pembagian pekerjaan dan fungsi-fungsi hirarki otoritas dan tanggungjawab yang dapat kita sebut dengan organisasi tidak akan lepas dari sosok seorang pemimpin. Lalu seperti apa sosok pemimpin yang ideal itu? Ada beberapa kalimat-kalimat yang dapat membuka wacana kita tentang bagaimana seharusnya pemimpin itu. Mari simak , "Pemimpin tidak cukup dilahirkan (menganut garis kepemimpinan), tapi seorang pemimpin muncul karena sudah terlatih." Jadi pemimpin yang ideal itu bukan karena garis keturunannya yang merupakan raja, ataupun pemimpin yang terdahulu. Namun bisa jadi merupakan seseorang yang sudah terkader sudah menguasai dan dapat menjadi sosok pemimpin yang baik dan matang. "Pemimpin yang baik bukan hanya melanjutkan kepemimpinan dari pemimpin yang terdahulu, tapi dapat memanfaatkan dan menciptakan sesuatu dari peluang-peluang yang ada." Baru-bar...

INILAH AKU , ENTAH KAMU ....

Tulisan ini kutulis bisa dibilang asal menulis , karena jari jemari ini merindukan mengetik sesuatu dan muncullah rangkaian tulisan ini. Inilah aku, Entah kamu .. Ketika kebanyakan orang memilih pasangan dilihat pertama dari mata (fisik) Maka aku melihat daru keimanan dan kepandaian  Beginilah, ketika bukan pandangan mata yang menjadikanku memilih kamu untuk perlahan masuk dalam keseharianku. Namun keimanan dan ilmu yang membuatku semakin terus mengukur diri menjadi hamba yang taat pada Tuhannya. Aku membaca ini: Rosulullah bersabda : " Seorang wanita itu dinikahi karena 4 hal: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, maka hendaklah kamu menikah dengan wanita yang kuat agamanya agar kamu memperoleh kebahagiaan." Bagiku hadist diatas bukan hanya untuk ukuran bagi seorang laki-laki memilih perempuan sebagai pendamping hidup. Tapi untukku juga dalam menentukan pemimpin hidup. INILAH AKU , pandangan pertamaku tentang kamu. ENTAH KAMU, sepert...

Ukuwah Islamiyah

Sore ini aku membuka buku catatan yang dahulu selalu kubawa setiap mengikuti majelis ta'lim. Betapa indahnya rangkaian kata dalam catatan itu seakan menerangi kembali hati ini. Bagai kondisi gelap kemudian lilin dinyalakan, seperti itulah ketika membukanya. Bukan karena tulisan tanganku yang bagus, bahkan jika dilihat mungkin hanya dapat dibaca oleh penulisnya saja.hehe Cahaya itu menyinari kembali, mengingatkan lagi. Karena begitulah ilmu, ketika sudah jarang dipelajari maka akan terlupakan. Dan tulisan dalam buku itu adalah pengingat dalam keluapaan ini. Kali ini saya ingin menuliskan sebuah bahasan yang kutemukan dalam bukuku, tepat tanggal 26 mei 2010 ketika kumencatatnya. semoga dapat bermanfaat. Sebelumnya, sebagai manusia kita benar-benar merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan senantiasa membutuhkan orang lain. Maka hendaklah saling menjaga dan menghargai haq sesama makhluk sehingga tidak adanya perilaku dzalim ataupun saling menyakiti. Dan dicatat...

TERUNTUK IKHWANKU

Assalamualaikum ya akhi, Apa kabarmu hari ini? Semoga bahagia senantiasa menyelimutimu. Sekarang umurku sudah 20 tahun, kira-kira umurmu berapa ya? Entah apa yang sekarang aku fikirkan, aku mulai bertanya tanya: Kapan kamu datang? Apakah kamu ada disekelilingku? Apakah kamu sudah lama memperhatikanku tanpa aku sadari? Apakah aku mengenalmu saat ini? Sudahkah aku menjadi wanita yang kamu harapkan? Masihkah kamu setia hingga dipertemukan denganku? Dalam kehidupanmu sekarang, Masihkah air wudhu menjadi penyejuk bagimu? Masihkah sujud kepada Allah, menjadi penentram jiwamu? Masihkah lantunan kitab suci Al-qur’an yang kau baca setiap harinya menjadi pelipur laramu? Masihkah sunnah kamu jalankan dengan ikhlas? Masihkah kamu terus giat menimba ilmu menjadi hamba dan imam yang sholeh ? Hingga akhirnya ketika kita hidup bersama, kau akan siap menerimnya, menerima setiap kecrewetanku bertanya tentang banyak hal. Tentang bacaan qur’an yang baik dan b...