Tulisan ini kutulis bisa dibilang asal menulis , karena jari jemari ini merindukan mengetik sesuatu dan muncullah rangkaian tulisan ini.
Inilah aku, Entah kamu ..
Ketika kebanyakan orang memilih pasangan dilihat pertama dari mata (fisik)
Maka aku melihat daru keimanan dan kepandaian
Beginilah, ketika bukan pandangan mata yang menjadikanku memilih kamu untuk perlahan masuk dalam keseharianku.
Namun keimanan dan ilmu yang membuatku semakin terus mengukur diri menjadi hamba yang taat pada Tuhannya.
Aku membaca ini:
Rosulullah bersabda : " Seorang wanita itu dinikahi karena 4 hal: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, maka hendaklah kamu menikah dengan wanita yang kuat agamanya agar kamu memperoleh kebahagiaan."
Bagiku hadist diatas bukan hanya untuk ukuran bagi seorang laki-laki memilih perempuan sebagai pendamping hidup.
Tapi untukku juga dalam menentukan pemimpin hidup.
INILAH AKU , pandangan pertamaku tentang kamu.
ENTAH KAMU, seperti apa memandangku saat pertama kali dipertemukan denganku
Ketika di abad ke-21 Pacaran disebut ta'aruf jaman modern dan sudah umum dilakukan
Maka aku hanya cukup membalas senyum, saat kamu mulai menyapaku dengan ramah.
Aku cukup memberikan perhatian lewat doa-doa baik kepada sang Pencipta.
Karena aku tahu, Aku dan Kamu masih pada pijakan bumi yang sama.
Aku dan kamu masih dapat menatap langit yang sama.
Tak masalah dengan jarak ini,
Karena inilah keistimewaan yang kurasakan tentang bagaimana kita berinteraksi sebelum ridho Tuhan menaungi.
INILAH AKU, yang merasakan keistimewaan ini.
ENTAH KAMU, bagaimana merasakannya.
Sosokku hanyalah wanita akhir zaman
Dengan ilmu yang masih amat kurang tentang apa-apa yang seharusnya aku lakukan sebagai hamba dengan kekaffahan pengabdian kepada Tuhan.
Aku mengaku belum mampu menjadi wanita yang selalu mencontoh ketangguhan Khatijah dan kecerdasan Aisyah yang kita pelajari bersama selama ini sebagai umat muslim.
Aku dengan banyaknya khilaf yang masih dilakukan.
Aku yang masih lemah, bahkan kebodohan sering aku alami.
Hanya terus belajar, belajar, dan belajar . Seterusnya begitu tanpa henti.
INILAH AKU, akan segala kekurangan.
ENTAH KAMU, seperti apa untuk menerimanya
AnNur Ayat 26
Aku tidak pernah mencarimu
Namun aku selalu membangun seperti apa sosok kamu.
Saat yang kutemukan adalah kamu.
Itulah bangunan yang berhasil aku bangun dengan belajar dan terus mencoba mendekat Tuhan
Jadi teringat dengan judul buku seorang penulis "Jangan Jatuh Cinta Tapi Bangunlah Cinta."
INILAH AKU, dalam perjalananku menemukanmu
ENTAH KAMU bagaimana menyikapi segala pikiranku
Belum berakhir
INILAH AKU masih disini
ENTAH KAMU
Tulisan, 27 April 2014
Inilah aku, Entah kamu ..
Ketika kebanyakan orang memilih pasangan dilihat pertama dari mata (fisik)
Maka aku melihat daru keimanan dan kepandaian
Beginilah, ketika bukan pandangan mata yang menjadikanku memilih kamu untuk perlahan masuk dalam keseharianku.
Namun keimanan dan ilmu yang membuatku semakin terus mengukur diri menjadi hamba yang taat pada Tuhannya.
Aku membaca ini:
Rosulullah bersabda : " Seorang wanita itu dinikahi karena 4 hal: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, maka hendaklah kamu menikah dengan wanita yang kuat agamanya agar kamu memperoleh kebahagiaan."
Bagiku hadist diatas bukan hanya untuk ukuran bagi seorang laki-laki memilih perempuan sebagai pendamping hidup.
Tapi untukku juga dalam menentukan pemimpin hidup.
INILAH AKU , pandangan pertamaku tentang kamu.
ENTAH KAMU, seperti apa memandangku saat pertama kali dipertemukan denganku
Ketika di abad ke-21 Pacaran disebut ta'aruf jaman modern dan sudah umum dilakukan
Maka aku hanya cukup membalas senyum, saat kamu mulai menyapaku dengan ramah.
Aku cukup memberikan perhatian lewat doa-doa baik kepada sang Pencipta.
Karena aku tahu, Aku dan Kamu masih pada pijakan bumi yang sama.
Aku dan kamu masih dapat menatap langit yang sama.
Tak masalah dengan jarak ini,
Karena inilah keistimewaan yang kurasakan tentang bagaimana kita berinteraksi sebelum ridho Tuhan menaungi.
INILAH AKU, yang merasakan keistimewaan ini.
ENTAH KAMU, bagaimana merasakannya.
Sosokku hanyalah wanita akhir zaman
Dengan ilmu yang masih amat kurang tentang apa-apa yang seharusnya aku lakukan sebagai hamba dengan kekaffahan pengabdian kepada Tuhan.
Aku mengaku belum mampu menjadi wanita yang selalu mencontoh ketangguhan Khatijah dan kecerdasan Aisyah yang kita pelajari bersama selama ini sebagai umat muslim.
Aku dengan banyaknya khilaf yang masih dilakukan.
Aku yang masih lemah, bahkan kebodohan sering aku alami.
Hanya terus belajar, belajar, dan belajar . Seterusnya begitu tanpa henti.
INILAH AKU, akan segala kekurangan.
ENTAH KAMU, seperti apa untuk menerimanya
AnNur Ayat 26
Aku tidak pernah mencarimu
Namun aku selalu membangun seperti apa sosok kamu.
Saat yang kutemukan adalah kamu.
Itulah bangunan yang berhasil aku bangun dengan belajar dan terus mencoba mendekat Tuhan
Jadi teringat dengan judul buku seorang penulis "Jangan Jatuh Cinta Tapi Bangunlah Cinta."
INILAH AKU, dalam perjalananku menemukanmu
ENTAH KAMU bagaimana menyikapi segala pikiranku
Belum berakhir
INILAH AKU masih disini
ENTAH KAMU
Tulisan, 27 April 2014
Komentar
Posting Komentar