Langsung ke konten utama

TERUNTUK IKHWANKU



Assalamualaikum ya akhi, Apa kabarmu hari ini? Semoga bahagia senantiasa menyelimutimu.
Sekarang umurku sudah 20 tahun, kira-kira umurmu berapa ya?
Entah apa yang sekarang aku fikirkan, aku mulai bertanya tanya:

Kapan kamu datang?
Apakah kamu ada disekelilingku?
Apakah kamu sudah lama memperhatikanku tanpa aku sadari?
Apakah aku mengenalmu saat ini?
Sudahkah aku menjadi wanita yang kamu harapkan?
Masihkah kamu setia hingga dipertemukan denganku?

Dalam kehidupanmu sekarang,
Masihkah air wudhu menjadi penyejuk bagimu?
Masihkah sujud kepada Allah, menjadi penentram jiwamu?
Masihkah lantunan kitab suci Al-qur’an yang kau baca setiap harinya menjadi pelipur laramu?
Masihkah sunnah kamu jalankan dengan ikhlas?
Masihkah kamu terus giat menimba ilmu menjadi hamba dan imam yang sholeh ?

Hingga akhirnya ketika kita hidup bersama, kau akan siap menerimnya, menerima setiap kecrewetanku bertanya tentang banyak hal.

Tentang bacaan qur’an yang baik dan benar beserta tajwidnya, belajar bersama tentang tafsirnya hingga aku mahir untuk mengajarkannya pada anak-anak.
Memintamu mengajariku tentang ilmu apa yang kamu ketahui tentang islam, kewajiban dan sunnahnya hingga aku paham dan senantiasa menjadi wanita soleha yang taat padamu dan Allah.
Mengikuti setiap keputusan yang kamu ambil, karena ku yakin kamu adalah imam yang terbaik dalam keluarga islami yang akan kita bentuk.
Untuk itu wahai ikhwan, aku akan terus berusaha menjadi wanita yang tidak akan menyakitimu, sebelum dan sesudah bersamamu.
Untuk itu wahai ikhwanku, aku akan terus belajar
menjadi wanita soleha, untuk kebahagiaanmu di dunia dan akhirat kelak.
Apakah kau pun melakukan hal yang sama denganku?
Senantiasa memperbaiki diri.


Hingga yang terucap dari kita adalah  “Anna Uhibukhi Fillah”


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MELEPAS (cerpen)

            “Aku seneng banget kamu bisa mengagumiku. Aku menyerahkan semua pada Allah. Apa kamu juga?” Sebuah pesan yang terbaca dari ponselku. Ditulis oleh seseorang yang kukenal hampir satu tahun belakangan ini. Seseorang yang bahkan tidak pernah lagi aku bertemu dengannya. Dia yang populer, rasanya tak pantas jika seorang perempuan sepertiku berada bersamanya. *** Langkahku terayun menuju sebuah ballroom hotel. Mengenakan gaun cantik dan handbag kutenteng elegan di tangan. Tak berpikir darimana aku mendapatkannya, acara apa yang sedang kuhadiri. Langkah demi langkah terayun. Seseorang menggenggam tanganku. “Aku kembali kesini. Kali ini bukan untuk menghadiri acara yang diadakan oleh organisasi yang kamu ikuti. Ini hanya karena aku ingin bertemu denganmu.” Pemuda itu menggenggam lebih erat. Tak ada reaksi apapun dariku, selain diam. Aku jadi teringat beberapa bulan yang lalu saat dia datang ke kampusku sebagai pes...

Chapter 1 (Melepas Matahari)

“Kling.. kling.” Suara lonceng berbunyi diikuti ketepak sepatu heels terdengar masuk membuka pintu dari luar. Suara tawa segerombolan pemuda yang ada di dalam kedai saling beradu tangan tanda tos, seakan misi mereka berhasil. Kuhitung ada lima orang. Pandanganku lekas memutari seluruh isi kedai, bahkan sampai ke sudut-sudutnya. Beberapa pelanggan ikut tertawa. Tak jarang hanya menengok sebentar, menggeleng kepala kemudian sibuk melanjutkan makan, maupun mengobrol dengan temannya sebelum pesanan datang. Yah, barusan itu ada seorang laki-laki didandani menyerupai wanita. Dia mengenakan dress seksi berwana merah muda, heels berwana merah darah, wig berambut lurus panjang, dan make up yang tebal. Bukan cantik, bahkan lebih tepat seperti penampakan hantu di senja hari. Dia hanya masuk sebentar, kemudian keluar dari kedai menabrak pintu yang terbuat dari bahan kaca setelah mendapat sambutan tawa. Aku menggelengkan kepala sambil mengambil piring dan gelas bekas pelanggan sebelum...

Ukuwah Islamiyah

Sore ini aku membuka buku catatan yang dahulu selalu kubawa setiap mengikuti majelis ta'lim. Betapa indahnya rangkaian kata dalam catatan itu seakan menerangi kembali hati ini. Bagai kondisi gelap kemudian lilin dinyalakan, seperti itulah ketika membukanya. Bukan karena tulisan tanganku yang bagus, bahkan jika dilihat mungkin hanya dapat dibaca oleh penulisnya saja.hehe Cahaya itu menyinari kembali, mengingatkan lagi. Karena begitulah ilmu, ketika sudah jarang dipelajari maka akan terlupakan. Dan tulisan dalam buku itu adalah pengingat dalam keluapaan ini. Kali ini saya ingin menuliskan sebuah bahasan yang kutemukan dalam bukuku, tepat tanggal 26 mei 2010 ketika kumencatatnya. semoga dapat bermanfaat. Sebelumnya, sebagai manusia kita benar-benar merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan senantiasa membutuhkan orang lain. Maka hendaklah saling menjaga dan menghargai haq sesama makhluk sehingga tidak adanya perilaku dzalim ataupun saling menyakiti. Dan dicatat...