Langsung ke konten utama

PEMIMPIN

Didalam sebuah perkumpulan dimana adanya sejumlah orang yang berkoordinasi untuk mencapai tujuan yang sama melalui pembagian pekerjaan dan fungsi-fungsi hirarki otoritas dan tanggungjawab yang dapat kita sebut dengan organisasi tidak akan lepas dari sosok seorang pemimpin.
Lalu seperti apa sosok pemimpin yang ideal itu?
Ada beberapa kalimat-kalimat yang dapat membuka wacana kita tentang bagaimana seharusnya pemimpin itu.
Mari simak ,
"Pemimpin tidak cukup dilahirkan (menganut garis kepemimpinan), tapi seorang pemimpin muncul karena sudah terlatih."
Jadi pemimpin yang ideal itu bukan karena garis keturunannya yang merupakan raja, ataupun pemimpin yang terdahulu. Namun bisa jadi merupakan seseorang yang sudah terkader sudah menguasai dan dapat menjadi sosok pemimpin yang baik dan matang.
"Pemimpin yang baik bukan hanya melanjutkan kepemimpinan dari pemimpin yang terdahulu, tapi dapat memanfaatkan dan menciptakan sesuatu dari peluang-peluang yang ada."

Baru-baru ini saya menjumpai kasus, bahwa teman saya seperjuangan mendapat teguran dari salah satu pemimpin dalam sebuah organisasi yang diikutinya. Posisinya penting namun beberapa waktu ini memang jarang terlihat karena rutinitas kesibukannya.
Saya tidak mau membahas masalah itu, namun akan menuliskan lagi apa yang telah saya ketahui tentang pemimpin itu seperti apa.
Menurut saya, pemimpin itu seseorang yang dapat mempersatukan orang-orang dalam mencapai tujuan.
Jadi jabatan itu belum tentu menjadikan seseorang sebagai pemimpin, karena berbagai hal dia lalui menjabat sebagi petinggi. Mungkin karena, terpaksa , terpilih, atau yang lainnya.
Pemimpin juga adalah orang yang mempunyai orang lain agar mau bekerja/menjalankan apa yang diinginkan.
Dan juga pemimpin itu adalah seseorang yang menduduki suatu posisi dikelompok, mempengaruhi orang-orang sesuai dengan ekspektasi peran dari posisi tersebut dan mengkoordinasi serta mengarahkan kelompok untuk mempertahankan diri serta mencapai tujuan.
Yah bisa kita lihat bahwa karakter kepemimpinan memang telah ada dalam diri seseorang.

4 hal sederhana tentang pemimpin:
1. pemimpin adalah seseorang yang memiliki pangkat
2. pemimpin adalah seseorang yang memiliki pengikut
3. pemimpin adalah seseorang yang pengikutnya berbuat benar
4. Kepemimpinan bukanlah pangkat , hak istimewa, gelar/uang. Kepemimpinan adalah tanggungjawab.

Lalu pemimpin dengan manajer sama atau tidak ya?
Jawabannya adalah tidak sama .
Ketika menejer melakukan sesuatu dengan benar (sesuai prosedur), maka Pemimpin melakukan sesuatu yang harus dilakukan (melakukan hal yang benar)
Contohnya :
Ketika seorang karyawan tidak masuk kerja 2 hari  karena istrinya sedang sakit, padahal tidak diijinkan ijin melebihi satu hari. Seorang manajer akan melakukan dan memberi keputusan dengan benar sesuai prosedur apa yang telah tercantum didalamnya. Namun berbeda dengan seorang pemimpin yang membantu memberi solusi pada sang karyawan agar dapat tetap bekerja.

Itulah kurang lebih yang saya ketahui. Apabila ada yang salah, itulah keterbatasan manusia. Semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MELEPAS (cerpen)

            “Aku seneng banget kamu bisa mengagumiku. Aku menyerahkan semua pada Allah. Apa kamu juga?” Sebuah pesan yang terbaca dari ponselku. Ditulis oleh seseorang yang kukenal hampir satu tahun belakangan ini. Seseorang yang bahkan tidak pernah lagi aku bertemu dengannya. Dia yang populer, rasanya tak pantas jika seorang perempuan sepertiku berada bersamanya. *** Langkahku terayun menuju sebuah ballroom hotel. Mengenakan gaun cantik dan handbag kutenteng elegan di tangan. Tak berpikir darimana aku mendapatkannya, acara apa yang sedang kuhadiri. Langkah demi langkah terayun. Seseorang menggenggam tanganku. “Aku kembali kesini. Kali ini bukan untuk menghadiri acara yang diadakan oleh organisasi yang kamu ikuti. Ini hanya karena aku ingin bertemu denganmu.” Pemuda itu menggenggam lebih erat. Tak ada reaksi apapun dariku, selain diam. Aku jadi teringat beberapa bulan yang lalu saat dia datang ke kampusku sebagai pes...

Chapter 1 (Melepas Matahari)

“Kling.. kling.” Suara lonceng berbunyi diikuti ketepak sepatu heels terdengar masuk membuka pintu dari luar. Suara tawa segerombolan pemuda yang ada di dalam kedai saling beradu tangan tanda tos, seakan misi mereka berhasil. Kuhitung ada lima orang. Pandanganku lekas memutari seluruh isi kedai, bahkan sampai ke sudut-sudutnya. Beberapa pelanggan ikut tertawa. Tak jarang hanya menengok sebentar, menggeleng kepala kemudian sibuk melanjutkan makan, maupun mengobrol dengan temannya sebelum pesanan datang. Yah, barusan itu ada seorang laki-laki didandani menyerupai wanita. Dia mengenakan dress seksi berwana merah muda, heels berwana merah darah, wig berambut lurus panjang, dan make up yang tebal. Bukan cantik, bahkan lebih tepat seperti penampakan hantu di senja hari. Dia hanya masuk sebentar, kemudian keluar dari kedai menabrak pintu yang terbuat dari bahan kaca setelah mendapat sambutan tawa. Aku menggelengkan kepala sambil mengambil piring dan gelas bekas pelanggan sebelum...

Ukuwah Islamiyah

Sore ini aku membuka buku catatan yang dahulu selalu kubawa setiap mengikuti majelis ta'lim. Betapa indahnya rangkaian kata dalam catatan itu seakan menerangi kembali hati ini. Bagai kondisi gelap kemudian lilin dinyalakan, seperti itulah ketika membukanya. Bukan karena tulisan tanganku yang bagus, bahkan jika dilihat mungkin hanya dapat dibaca oleh penulisnya saja.hehe Cahaya itu menyinari kembali, mengingatkan lagi. Karena begitulah ilmu, ketika sudah jarang dipelajari maka akan terlupakan. Dan tulisan dalam buku itu adalah pengingat dalam keluapaan ini. Kali ini saya ingin menuliskan sebuah bahasan yang kutemukan dalam bukuku, tepat tanggal 26 mei 2010 ketika kumencatatnya. semoga dapat bermanfaat. Sebelumnya, sebagai manusia kita benar-benar merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan senantiasa membutuhkan orang lain. Maka hendaklah saling menjaga dan menghargai haq sesama makhluk sehingga tidak adanya perilaku dzalim ataupun saling menyakiti. Dan dicatat...