Langsung ke konten utama

TUHAN



Tuhan, bersama dengan kegundahan hatiku.
Kuserahkan apapun yang Engkau titipkan padaku.

Tuhan, bersama dengan ketidaktahuan ilmuku.
Kusadari betapa aku tidak ingin sekadar menjadi seonggok daging yang hidup.

Merangkak aku dalam haluan tanda-tanda lurusnya jalanMU.
Terbata aku dalam firman-firman yang engkau turunkan untuk kehidupan kami.

Masih saja buruk dalam ketentuanMU, 
Masih saja dunia menggenggam pikiran.
Mana yang halal berbaur dengan haram.
Mana yang benar berbaur dengan kebohongan.
dan mengapa tetap saja melakukan hal yang jelas tak diijinkan walau tahu ilmu?

Tuhan, bersama teduhnya menjelang senja ini.
Kuucap mesra dalam hatiku.
Untuk tiap-tiap hal yang kelak kan menjadi bagian hidupku karena kehendakMU.

Tuhan, bersama luruhnya segala pikiran semu.
Kumohon ampunan dariMU yang maha segalanya.
Untuk tiap tiap butir kekhilafan dan kesalahan.

Pandangan manusia bermacam-macam seperti hati kita yang mudah berubah-ubah.
Namun pandanganMU Tuhan. Aku hanya ingin menjadi hamba yang Engkau inginkan.
Allahu Akbar. 
Banyak kata yang tak mampu terucap. 
Hanya hati yang terus berdegup kencang. 
Betapa ku ingin mendekat dan bertahan dalam PelukanMU.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MELEPAS (cerpen)

            “Aku seneng banget kamu bisa mengagumiku. Aku menyerahkan semua pada Allah. Apa kamu juga?” Sebuah pesan yang terbaca dari ponselku. Ditulis oleh seseorang yang kukenal hampir satu tahun belakangan ini. Seseorang yang bahkan tidak pernah lagi aku bertemu dengannya. Dia yang populer, rasanya tak pantas jika seorang perempuan sepertiku berada bersamanya. *** Langkahku terayun menuju sebuah ballroom hotel. Mengenakan gaun cantik dan handbag kutenteng elegan di tangan. Tak berpikir darimana aku mendapatkannya, acara apa yang sedang kuhadiri. Langkah demi langkah terayun. Seseorang menggenggam tanganku. “Aku kembali kesini. Kali ini bukan untuk menghadiri acara yang diadakan oleh organisasi yang kamu ikuti. Ini hanya karena aku ingin bertemu denganmu.” Pemuda itu menggenggam lebih erat. Tak ada reaksi apapun dariku, selain diam. Aku jadi teringat beberapa bulan yang lalu saat dia datang ke kampusku sebagai pes...

Chapter 1 (Melepas Matahari)

“Kling.. kling.” Suara lonceng berbunyi diikuti ketepak sepatu heels terdengar masuk membuka pintu dari luar. Suara tawa segerombolan pemuda yang ada di dalam kedai saling beradu tangan tanda tos, seakan misi mereka berhasil. Kuhitung ada lima orang. Pandanganku lekas memutari seluruh isi kedai, bahkan sampai ke sudut-sudutnya. Beberapa pelanggan ikut tertawa. Tak jarang hanya menengok sebentar, menggeleng kepala kemudian sibuk melanjutkan makan, maupun mengobrol dengan temannya sebelum pesanan datang. Yah, barusan itu ada seorang laki-laki didandani menyerupai wanita. Dia mengenakan dress seksi berwana merah muda, heels berwana merah darah, wig berambut lurus panjang, dan make up yang tebal. Bukan cantik, bahkan lebih tepat seperti penampakan hantu di senja hari. Dia hanya masuk sebentar, kemudian keluar dari kedai menabrak pintu yang terbuat dari bahan kaca setelah mendapat sambutan tawa. Aku menggelengkan kepala sambil mengambil piring dan gelas bekas pelanggan sebelum...

Ukuwah Islamiyah

Sore ini aku membuka buku catatan yang dahulu selalu kubawa setiap mengikuti majelis ta'lim. Betapa indahnya rangkaian kata dalam catatan itu seakan menerangi kembali hati ini. Bagai kondisi gelap kemudian lilin dinyalakan, seperti itulah ketika membukanya. Bukan karena tulisan tanganku yang bagus, bahkan jika dilihat mungkin hanya dapat dibaca oleh penulisnya saja.hehe Cahaya itu menyinari kembali, mengingatkan lagi. Karena begitulah ilmu, ketika sudah jarang dipelajari maka akan terlupakan. Dan tulisan dalam buku itu adalah pengingat dalam keluapaan ini. Kali ini saya ingin menuliskan sebuah bahasan yang kutemukan dalam bukuku, tepat tanggal 26 mei 2010 ketika kumencatatnya. semoga dapat bermanfaat. Sebelumnya, sebagai manusia kita benar-benar merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan senantiasa membutuhkan orang lain. Maka hendaklah saling menjaga dan menghargai haq sesama makhluk sehingga tidak adanya perilaku dzalim ataupun saling menyakiti. Dan dicatat...