Ngga tahu kenapa, terbesit nama itu untuk menyingkat ketiga nama kita.
Namaku, era, dan abil sehingga terbentuk sebuah kata BIFE (aBIl, Fifa,
Era). Terkesan alay, ya mungkin memang benar-benar alay. Masih teringat,
saat kami menghadiri semacam diklat kewirausahaan yang diadakan UNSEC
(Unnes Student Entrepreneurship Center) karena kami telah lolos dalam
seleksi PMW (Program Mahasiswa
Wirausaha).
Waktu itu, dalam sesi sejenis Pelatihan soft skill. Seorang
pembicara bertanya tentang nama usaha kami dan produk yang akan kami
jalankan dalam usaha. Abil tanpa beban bilang bife dan bicara alasan
tentang pemilihan nama tersebut. Sontak seluruh audienspun tertawa.
Sempat terdengar ada seorang peserta dibelakangku bilang, “namanya alay
banget!”. Kamipun hanya tersenyum. Mau gimana lagi memang itulah nama
team kami. Insyaallah udah paten. Namun ada hikmah kok dibalik itu
semua. Produk kami terkenal disana. hehe
Mengapa sampai ada nama BIFE? Baik saya akan ceritakan sejarah terkumpulnya kami dalam sebuah team bernama Bife maupun kisah-kisah serta harapannya. Sebenarnya kami satu Universitas, satu fakultas, dan satu jurusan tapi beda prodi. Dan ada satu kesamaan lagi, Sama-sama anak pantura (Batang, pemalang, Tegal). hehe
Pertemuan Era dan Abil
Mereka sudah kenal sebelum menjadi seorang MABA di kampus kami tercinta (Universitas Negeri Semarang). Mereka kenal lewat jejaring sosial Facebook saat sama-sama mengurusi APMU (Awal Pertemuan Maba Unnes) menjadi koordinator daerah masing-masing. Mereka menjadi lebih akrab setelah kebetulan bertemu di stasiun poncol yang ternyata mereka satu kereta saat akan berangkat menuju UNNES untuk mengikuti PPA (Program Pengenalan Akademik). Dan saya baru tahu juga ternyata dulu abil adalah peserta terbaik waktu PPA angkatan maba kami. Wah selamat deh!
Pertemuan Abil dan Fifa
Kami sebenarnya sering bertemu karena satu fakultas, juga pernah satu rombel saat makul PAI. Namun kami tidak saling kenal. Baru saling mengenal semester 2, saat kami sama-sama tergabung menjadi panitia pada kepanitiaan KKL Terpadu jurusan Pendidikan Ekonomi dan jurusan Ekonomi Pembangunan angkatan 2011. Kami mulai akrab saat saya sering meminjam buku bacaan yang dia bawa saat rapat. Dan mengetahui bahwa ada salah satu temannya memiliki perpustakaan pribadi di kamar kosnya. Kebetulan sayapun mengenal, namanya yusuf. Dari sana kami sering membahas buku yang sudah pernah kami baca.
Pertemuan Fifa dan Era
Meskipun se jurusan, saya dan era juga tidak saling mengenal. Kami pertama bertemu awal semester 3 saat mengikuti PAB (Penerimaan Anggota Baru) dalam sebuah organisasi kampus, yaitu UKM GERHANA (Gerakan Mahasiswa Anti Narkoba) dan menjadi sangat akrab setelah sama-sama menjadi pengurus dalam UKM tersebut. Hingga kamipun juga sama-sama menjadi sekretaris di DPM FE (Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi).
Terkumpulnya abil, fifa, dan era
Seperti yang saya ceritakan tadi saya dan abil mulai akrab saat kami sering membaca buku milik yusuf dan mendiskusikannya. Bukunya tentang bisnis semua. Saat itu ada sebuah program PMW (Program Mahasiswa Wirausaha) yang diadakan oleh UNSEC. Kamipun berminat untuk mencoba mengikutinya, “hanya membaca dan memahami apa gunyanya tanpa action! Hehe” . Jadilah kami bertiga tergabung untuk membuat proposal bussines plan untuk diajukan ke UNSEC. Namun jalan tak semulus yang dibayangkan. Kami bertiga susah bertemu untuk membahasnya, dengan alasan sibuk dengan kuliah dan kegiatan organisasi masing-masing. Sempat disela-sela waktu kami bertemu untuk mendiskusikan proposal yang masih jadi 20% itu akan diselesaikan, dipending, atau tak usah sama sekali karena batas pengumpulan berkas segera berakhir. Setelah berdiskusi panjang kali lebar akhirnya kami putuskan maju terus! .
(masih ada part 2)
Batal Suka · · Hentikan Pemberitahuan · Bagikan · Sunting
- Anda, Merdiana Era Safitri, Muh Hasri Sabila, Damar Abad, dan 6 orang lainnya menyukai ini.




Komentar
Posting Komentar