Langsung ke konten utama

Ukuwah Islamiyah

Sore ini aku membuka buku catatan yang dahulu selalu kubawa setiap mengikuti majelis ta'lim. Betapa indahnya rangkaian kata dalam catatan itu seakan menerangi kembali hati ini. Bagai kondisi gelap kemudian lilin dinyalakan, seperti itulah ketika membukanya. Bukan karena tulisan tanganku yang bagus, bahkan jika dilihat mungkin hanya dapat dibaca oleh penulisnya saja.hehe

Cahaya itu menyinari kembali, mengingatkan lagi. Karena begitulah ilmu, ketika sudah jarang dipelajari maka akan terlupakan. Dan tulisan dalam buku itu adalah pengingat dalam keluapaan ini.
Kali ini saya ingin menuliskan sebuah bahasan yang kutemukan dalam bukuku, tepat tanggal 26 mei 2010 ketika kumencatatnya. semoga dapat bermanfaat.

Sebelumnya, sebagai manusia kita benar-benar merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan senantiasa membutuhkan orang lain. Maka hendaklah saling menjaga dan menghargai haq sesama makhluk sehingga tidak adanya perilaku dzalim ataupun saling menyakiti.Dan dicatatan itu tertulis tentang haq sesama muslim/Ukuwah Islamiyah, yang antara lain adalah:
1.  Membantu dengan harta
     Orang islam hendaknya jangan menjadi beban bagi orang lain, dan kita tidak berhak atas seluruh harta  yang dimiliki.
2.  Harus tolong-menolong
     Mengutamakan kepentingan orang lain/orang banyak daripada diri sendiri.
3.  Apabila sakit dijenguk.
4.  Apabila sedang sibuk dibantu/ meringankan beban.
5.   Apabila lupa diingatkan.
     Contohnya: Waktu Sholat, Sahur, Buka puasa, dll
6.   Menyambut saudara yang datang.
7.   Memberi keluasan tamu untuk duduk.
8.   Memperhatikan tamu berbicara/dengarkan.
9.   Mengucapkan ucapan yang baik.
10. Jangan menyebarkan aib orang lain dan jangan mencari tahu aib orang lain.
11. Tidak berkata kecuali dengan ucapan baik
      Ketika menasehati jangan terlalu lama. Ketika menasehati jangan pula didepan orang banyak yang akan menjadikannya malu.
    Barang siapa yang menasehati saudaranya, ia akan mengindahkan. Maka apabila menasehati saudara dengan didepan umum, ia akan menghinakan.
12. Memaafkan Kesalahan
     Jangan terlalu pusing atas kesalahan orang lain dan berbaik sangkalah dengan orang lain dengan jangan terburu-buru memutuskan tali persaudaraan.
13. Mendokannya
    Ketika kita mendoakan saudara kita dengan sembunyi-sembunyi, maka malaikat akan mendoakan kita pula.
14. Memberikan makanan bagi yang membutuhkan



"Kalian tidak akan bisa mengatur orang-orang melalui kekayaanmu, tetapi melalui penampilan yang baik dan perbuatan yang baik kalian dapat memenangkan hati mereka."

"Barang siapa yang mempelajari ilmu untuk dibanggakan kepada orang lain, agar orang-orang bodoh mempercayainya dan untuk menarik perhatian orang. Niscaya Allah memasukkannya ke dalam neraka jahanam."

"Semua harta yang kita miliki (kita cari) akan dirasakan oleh orang lain. Sedang amal yang kita miliki (kita cari) akan dirasakan oleh kita sendiri. Dan siksaan dan penyesalan adalah milik kita sendiri."

"Setiap manusia akan menjadi bahan pembicaraan bagi manusia sesudahnya. Maka jadikanlah dirimu suatu pembicaraan yang baik."

#tulisILMU

Komentar

  1. ada yang kurang fa...- menjawab salam -mendoakan saat bersin -menghadiri undangan saudara

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Makasih tambahannya pak mas'ul. Hehe

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MELEPAS (cerpen)

            “Aku seneng banget kamu bisa mengagumiku. Aku menyerahkan semua pada Allah. Apa kamu juga?” Sebuah pesan yang terbaca dari ponselku. Ditulis oleh seseorang yang kukenal hampir satu tahun belakangan ini. Seseorang yang bahkan tidak pernah lagi aku bertemu dengannya. Dia yang populer, rasanya tak pantas jika seorang perempuan sepertiku berada bersamanya. *** Langkahku terayun menuju sebuah ballroom hotel. Mengenakan gaun cantik dan handbag kutenteng elegan di tangan. Tak berpikir darimana aku mendapatkannya, acara apa yang sedang kuhadiri. Langkah demi langkah terayun. Seseorang menggenggam tanganku. “Aku kembali kesini. Kali ini bukan untuk menghadiri acara yang diadakan oleh organisasi yang kamu ikuti. Ini hanya karena aku ingin bertemu denganmu.” Pemuda itu menggenggam lebih erat. Tak ada reaksi apapun dariku, selain diam. Aku jadi teringat beberapa bulan yang lalu saat dia datang ke kampusku sebagai pes...

Chapter 1 (Melepas Matahari)

“Kling.. kling.” Suara lonceng berbunyi diikuti ketepak sepatu heels terdengar masuk membuka pintu dari luar. Suara tawa segerombolan pemuda yang ada di dalam kedai saling beradu tangan tanda tos, seakan misi mereka berhasil. Kuhitung ada lima orang. Pandanganku lekas memutari seluruh isi kedai, bahkan sampai ke sudut-sudutnya. Beberapa pelanggan ikut tertawa. Tak jarang hanya menengok sebentar, menggeleng kepala kemudian sibuk melanjutkan makan, maupun mengobrol dengan temannya sebelum pesanan datang. Yah, barusan itu ada seorang laki-laki didandani menyerupai wanita. Dia mengenakan dress seksi berwana merah muda, heels berwana merah darah, wig berambut lurus panjang, dan make up yang tebal. Bukan cantik, bahkan lebih tepat seperti penampakan hantu di senja hari. Dia hanya masuk sebentar, kemudian keluar dari kedai menabrak pintu yang terbuat dari bahan kaca setelah mendapat sambutan tawa. Aku menggelengkan kepala sambil mengambil piring dan gelas bekas pelanggan sebelum...